| Ditulis Oleh Rachmi Hertanti | |||
| Monday, 21 January 2013 | |||
|
Dimuat dalam Website IGJ: http://www.igj.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=692&Itemid=158
Mencari
Terobosan DDA[1]
Sebagai Persiapan KTM 9 WTO:
“Tawaran
Proposal Untuk Masuk Dalam Early Harvest
Package”
Tarik-menarik
kepentingan antara negara berkembang dan negara maju dalam sektor pertanian di
WTO belumlah usai. Sampai saat ini masih belum dapat dicapai kesepakatan
terhadap isu-isu yang berkembang pasca putaran Doha WTO pada tahun 2001. Perdebatan
dalam sektor pertanian berada pada seputar aturan liberalisasi perdagangan
untuk produk-produk pertanian terkait dengan akses pasar (Market Access), subsidi domestik (Domestic Support), dan subsidi eksport (Export competition) yang mengarahkan komitmen anggota WTO untuk
segera menurunkan tarif dan mengurangi ataupun menghapuskan bentuk-bentuk
subsidi yang mampu mendistorsi perdagangan.
Negara-negara
berkembang memiliki kepentingan besar terhadap perdagangan sektor pertanian
sebagai comparative advantage yang
dimilikinya, namun potensi keberhasilannya dihalangi oleh kepentingan negara
maju yang enggan membuka pasar dan mengurangi subsidi yang diberikan untuk
sektor pertaniannya, sehingga hal ini mampu mendistorsi perdagangan dan
mengakibatkan negara berkembang sulit bersaing dengan produk pertanian dari
negara maju. |
Sharing informasi tentang isu-isu liberalisasi perdagangan (Free Trade) dari kumpulan tulisan pribadi berupa kajian, artikel jurnal,artikel update, dan tulisan opini.
Showing posts with label Agreement on Agriculture. Show all posts
Showing posts with label Agreement on Agriculture. Show all posts
5/19/13
Mencari Terobosan DDA[1] Sebagai Persiapan KTM 9 WTO
Subscribe to:
Posts (Atom)